GERBANG AGROPOLITAN TERANTANG MERUPAKAN BASIS INOVASI TEKNOLOGI UNTUK PELAKU UTAMA DAN PELAKU USAHA PERTANIAN DIPERSEMBAHKAN OLEH H.RAJIHAN

SELAMAT DATANG DI TERANTANG

SELAMAT DATANG DI DAERAH SENTRA BUAH JERUK DAN PADI SIAM MUTIARA,WILAYAH BINAAN KARANG DUKUH DAN KARANG BUAH TERANTANG KECAMATAN BELAWANG KABUPATEN BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN

Sabtu, 21 September 2013

OPT Penyebab Buah Burik Kusam Pada Buah Jeruk


OPT Penyebab Buah Burik Kusam Pada Buah Jeruk
Kutu Sisik
Kutu menyerang daun, ranting dan buah, menyukai tempat-tempat yang terlindung, seperti di bagian bawah permukaan daun di sepanjang tulang daun.  Kutu Sisik mengeluarkan toksin saat menusuk pada tanaman. Daun yang terserang akan berwarna kuning, terdapat bercak-bercak klorotis dan seringkali membuat daun menjadi gugur.  Serangan berat akan mengakibatkan ranting dan cabang menjadi kering serta terjadi retakan-retakan pada kulit. Jika serangan terjadi di sekeliling pangkal buah, akan menyebabkan buah gugur.  Akibat serangan pada buah dapat menurunkan kualitas, karena kotor dan bila dibersihkan meninggalkan bercak-bercak hijau atau kuning pada kulit buah.
Embun Tepung (Powdery mildew)
Patogen : Oidium tingitanium Carter.
Penyebarannya di semua pertanaman jeruk  di Indonesia, terutama pada musim kemarau yang lembab. Gejala ditunjukkan dengan adanya tanda lapisan tepung putih pada bagian atas daun, yang dapat menyebabkan daun malformasi (mengering akan tetapi tidak gugur).  Lapisan tepung putih ini adalah masa konidia jamur.  Fase kritis serangan adalah periode pertunasan dan daun muda yang sedang tumbuh, buah muda yang terserang mudah gugur.
Kudis (Scab)
Patogen : Spaceloma fawcetti jenkins.
Agroklimat yang menyebabkan tanaman inang rentan terjadi penyakit kudis adalah dataran tinggi basah dan dataran rendah basah. Gejala terlihat dengan adanya bercak kecil jernih pada daun dan helaian daun, kemudian berkembang menjadi semacam gabus berwarna kuning/coklat. Infeksi hanya terbatas pada salah satu permukaan daun saja.  Ukuran bercak lebih besar daripada kanker jeruk. Serangan parah menyebabkan pertumbuhan kerdil dan deformasi titik tumbuh.  Masa kritis dimulai saat fruitset sampai buah pentil.
Embun Jelaga (Sooty mold)      
Patogen : Jamur Capnodium citri
Terdapat pada setiap tanaman jeruk terutama bila dijumpai adanya kutu daun aphididae yang mengeluarkan embun madu. Daun, ranting dan buah terserang dilapisi oleh lapisan berwarna hitam.  Pada musim kering lapisan ini dapat dikelupas dengan menggunakan tangan dan mudah tersebar oleh angin.  Buah yang tertutup lapisan hitam ini biasanya ukurannya lebih kecil dan terlambat matang (masak). Penetrasi terutama terjadi pada permukaan kulit, hanya 10% penetrasi yang terjadi pada lapisan epidermis yang tidak dapat dibersihkan sehingga menjadi burik kusam.
Kanker Jeruk (Citrus cancer)
Patogen : Xanthomonas axonopodis pv. Citri
Tersebar diseluruh Indonesia, jeruk nipis (C. aurantifolia) dan pamelo (C. maxima Merr.) yang tumbuh pada suhu 20-35°C sangat peka terhadap penyakit ini. Infeksi terjadi melalui stomata, lentisel dan luka. Gejala awal berupa bercak putih pada sisi bawah daun yang selanjutnya warna hijau gelap, kadang-kadang berwarna kuning di sepanjang tepinya. Pada buah ditandai dengan gejala terbentuk gabus warna coklat tetapi bagian tepi tidak berwarna kuning
Sumber.Balitjestro,Tlekung,Malang

Senin, 15 Juli 2013

MANFAAT BUAH-BUAHAN



MANFAAT BUAH-BUAHAN
Nenas

* Nenas mengandung enzim bromelain yang memiliki berbagai manfaat:
o memecah lemak di usus sehingga membantu membersihkan usus dan saluran pencernaan.
o mengurangi tekanan darah tinggi, mengurangi kadar kolesterol darah (membersihkan darah) dan mencegah stroke.
o meningkatkan pencernaan.
o mencuci timbunan protein dan parasit cacing pada dinding usus sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan melalui feces.
o menghambat pertumbuhan sel kanker.
o merangsang serta meningkatkan sistem pertahanan tubuh.
* Skin debridement propertis-nya berperan dalam mempercepat penyembuhan luka.
* Dapat menjaga keseimbangan hormon tubuh, sehingga sangat berguna bagi wanita untuk mengatur siklus menstruasi.
* Wanita yang baru melahirkan disarankan mengkonsumsi nenas dalam jumlah cukup untuk membersihkan rahim dan mempercepat penyembuhan.
* Mengandung tryptophan dan serotonin untuk relaksasi otak yang bermanfaat dalam mengurangi depresi, serta meningkatkan mood dan konsentrasi.
* Perlu klarifikasi terhadap pameo di masyarakat : nenas tidak baik bagi wanita (menyebabkan keputihan dan keguguran). Hal ini hanya berlaku bagi wanita yang sensitif. Lagipula nenas yang matang aman untuk dikonsumsi.


Pisang

* Kandungan vitamin C pisang = 2 kali apel (1 pisang = 2 apel).
* Pisang kaya akan mineral Kalsium (Ca) sehingga mengkonsumsi pisang setelah makan akan membantu menetralisir efek negatif konsumsi garam dan MSG yang berlebih.
* Mengandung Kalium (K) yang berfungsi menjaga keseimbangan air tubuh, kenormalan tekanan darah, fungsi jantung dan kerja otot.

Pepaya

* Kaya akan antioksidan karoten, vitamin C dan flavonoid yang berperan sebagai anti kanker.
* Mengandung papain - suatu enzim protease - yang bermanfaat untuk membantu mempercepat penyembuhan luka dan mencerna protein.
* Mengandung karpaina - suatu alkaloid - dapat berfungsi untuk mengurangi serangan jantung, anti amuba, dan peluruh cacing.
* Pepaya dapat memperlancar pencernaan dan buang air, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh penderita jantung dan darah tinggi yang sering mengalami kesulitan dalam buang air.
* Jus pepaya sangat baik digunakan untuk mengurangi kadar keasaman lambung, sehingga dapat membantu mengatasi penyakit maag.

Manggis

* Kandungan buah manggis bermanfaat sebagai obat anti inflamasi (anti radang) dan obat diare.
* Kulit manggis kaya akan xanthone antioksidan yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
* Kulit manggis dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna tekstil dan air rebusannya dapat dijadikan obat.
P2KP   MELALUI  KONSEP 
KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI

 
Potensi lahan pekarangan sebagai salah satu penyedia bahan pangan yang bernilai gizi dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Lebih dari 10 juta ha luas lahan pekarangan di Indonesia (14% dr lahan pertanian).
Konversi lahan sawah di Jawa: 100.000 ha/tahun.
Indonesia memiliki potensi sumberdaya hayati spesifik lokasi, kaya berbagai jenis tanaman pangan, seperti padi-padian, kacang-kacangan, sayur, buah, sumber pangan hewani. Juga rempah dan tanaman obat,  namun PPH nasional 75,7 (2009),77,5 (2010),77,3 (2011) tahun 2012 mengalami fluktuasi.
2014 target PPH 93,3 berbasis sumber daya lokal.
Penganekaragaman pangan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan menuju kemandirian dan kedaulatan pangan.
Dari segi fisiologis dikatakan untuk hidup sehat manusia memerlukan 40 jenis zat gizi yang terdapat pada berbagai jenis makanan sebab tidak satupun jenis pangan lengkap zat gizinya selain air susu ibu (ASI)
PPH adalah susunan beragam pangan atau kelompok pangan yg didasarkan atas sumber energinya baik secara absolut maupun relatif  total energi dalam hal ketersediaan maupun konsumsi pangan, yang  mampu  mencukupi  kebutuhan  dengan mempertimbangkan aspek sosial,ekonomi,budaya,agama dan cita rasa. 
 PROGRAM P2KP
Tahun 2010 -  2012 berbasis sumber daya lokal
Tahun 2013 diimplementasikan melalui kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan melalui Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)